5 Final Liga Champions Paling Dramatis Sepanjang Masa
Foto: David Flores via Wikimedia Commons, CC BY 2.0
Final Liga Champions adalah panggung terbesar sepak bola klub, dan panggung terbesar sering melahirkan drama terbesar. Ini lima final yang paling sulit dilupakan.
1. Manchester United vs Bayern München, 1999 (2-1)
United tertinggal 0-1 sampai menit 90. Lalu Teddy Sheringham menyamakan kedudukan di injury time, dan Ole Gunnar Solskjær mencetak gol kemenangan dua menit kemudian. Bayern sudah menyentuh trofi, dan kehilangannya dalam tiga menit. United pun melengkapi treble legendaris mereka.
2. Liverpool vs AC Milan, 2005 (3-3, adu penalti 3-2)
"Keajaiban Istanbul". Liverpool tertinggal 0-3 di babak pertama dari tim Milan yang bertabur bintang. Dalam enam menit di babak kedua, skor jadi 3-3. Jerzy Dudek lalu menggagalkan penalti Andriy Shevchenko dan Liverpool juara. Comeback terbesar dalam sejarah final Eropa.
3. Chelsea vs Bayern München, 2012 (1-1, adu penalti 4-3)
Bayern bermain di kandang sendiri dan memimpin lewat Thomas Müller di menit 83, lalu Didier Drogba menyamakan kedudukan di menit 88. Di adu penalti, Drogba sendiri yang jadi penendang penentu. Chelsea juara Eropa untuk pertama kalinya, di Munich, di depan pendukung Bayern.
4. Real Madrid vs Atlético Madrid, 2014 (4-1 setelah perpanjangan waktu)
Atlético unggul 1-0 dan tinggal berjarak dua menit dari gelar pertama mereka. Lalu Sergio Ramos menyundul gol penyeimbang di menit 93. Gol itu mengubah sejarah. Di perpanjangan waktu Madrid mencetak tiga gol lagi dan meraih La Décima yang sudah mereka tunggu 12 tahun.
5. Real Madrid vs Liverpool, 2018 (3-1)
Final ini dikenang karena satu momen: tendangan salto Gareth Bale yang masuk daftar gol terbaik sepanjang masa, hanya beberapa menit setelah ia masuk sebagai pemain pengganti. Gol yang membuat satu stadion terdiam.
Ada final lain yang menurutmu lebih dramatis dari kelima ini? Sebut di komentar, siapa tahu memang kami yang kelewatan.

0 Comments