Recent in Fashion

Derby della Madonnina: Sejarah Rivalitas AC Milan vs Inter


Foto: Vasil Evlogiev via Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0


Ada banyak derby besar di dunia, tapi hanya sedikit yang sedalam Derby della Madonnina: dua klub raksasa, satu kota, satu stadion yang sama.


Berawal dari perpecahan


Inter lahir pada 1908 karena perpecahan di tubuh AC Milan. Sebagian anggota ingin klub lebih terbuka menerima pemain asing, dan nama "Internazionale" adalah pernyataan sikap itu. Sejak awal, rivalitas ini juga soal identitas. Milan identik dengan kelas pekerja kota, Inter dengan kalangan yang lebih mapan.


Satu stadion, dua nama


Keduanya berbagi Stadion San Siro, yang oleh fans Inter disebut Giuseppe Meazza, nama legenda mereka, sementara fans Milan tetap menyebutnya San Siro. Setiap derby, stadion yang sama berubah warna total tergantung siapa tuan rumahnya.


Momen-momen yang tak terlupakan


Derby ini sudah menghasilkan segalanya: semifinal Liga Champions 2003 yang dimenangkan Milan lewat aturan gol tandang (dengan flare terkenal yang mengenai Dida pada pertemuan 2005), sampai final Coppa Italia dan perebutan scudetto yang ditentukan di pekan-pekan terakhir. Pada 2023, keduanya kembali bertemu di semifinal Liga Champions. Inter yang kali ini melaju.


Kenapa derby ini istimewa


Karena ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tapi perebutan hak membanggakan diri di kota yang sama selama berbulan-bulan. Kalah di derby terasa seperti kalah di rumah sendiri, karena memang, secara harfiah, stadionnya milik berdua.


Di kota Milan, hasil derby hari Minggu masih jadi bahan omongan sampai derby berikutnya. Itu yang membuat rivalitas ini tidak pernah benar-benar dingin.

0 Comments

Slider